background preloader

Nuclear in Indonesia

Facebook Twitter

Chinese reactor evolution diagram - Image - Nuclear Engineering International. BPPT Akan Kembangkan Pilot Project Reaktor Daya PLTN 10 MW - Kementerian ESDM Republik Indonesia. Wednesday, 1 April 2015 | 14:12 WIB | Ferial EBTKE-- Pemerintah akan melakukan uji coba reaktor daya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebesar 10 megawatt (MW).

Uji coba tersebut akan dilakukan oleh Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT). Ini termasuk dalam sembilan agenda kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Nawacita) guna mewujudkan kedaulatan energi sebagai salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2015-2015. "Rencana ini sebagai bagian dari Nawacita untuk kedaulatan energi, membangun PLTN pilot project demoplant,"kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Rida Mulyana di Jakarta, Selasa petang, 31 Maret 2015. Angka tersebut kini dipandang terlalu rendah, pasalnya menurut berbagai laporan yang lebih baru, biaya pembangunan PLTN pada beberapa negara telah mencapai angka yang jauh lebih tinggi.

Komitmen Pemerintah Minim, Pengembangan Energi Nuklir Macet. EBTKE Bentuk Lembaga NEPIO Untuk Kejar PLTN 2024 | indoPetroNews. IndoPetroNews.com - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan pemerintah akan serius mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) nantinya. Pemerintah Indonesia juga menargetkan 2024 mendatang, listrik berkapasitas 5.000 megawatt (MW) akan diambil dari pemanfaatan energi nuklir.

Menurutnya, secara de facto, dari 10 negara berpenduduk terbanyak di dunia, hanya Indonesia yang belum memiliki PLTN. Untuk itu, PLTN di Indonesia saat ini sudah memasuki tahap pengembangan. Menurut Rida, saat ini masyarakat masih menganggap energi nuklir adalah sesuatu yang "tabu". Hal tersebut dikarenakan efek berbahaya dari radiasi yang diterima masyarakat sekitar pembangkit.

"Kalau pun sumber-sumber energi terbarukan seperti, air dan panas bumi bisa dimanfaatkan secara maksimal, tapi masih belum bisa menutupi kebutuhan listrik di masa yang akan datang," kata Rida, di Jakarta, Jumat (6/2). "PLTN merupakan energi masa depan. Dibaca: 4593 Proyek Reaktor TRIGA MARK II yang dibangun di Bandung, 1958 (Sumber: Manfaat Tenaga Atom: Madjalah Triwulan Lembaga Tenaga Atom, Tahun – I No. 2) “Di dalam negeri tenaga atom penting sekali untuk memadjukan kesedjahteraan kita, sesuai dengan kerangka kedua daripada kerangka daripada Amanat Penderitaan Rakyat, jaitu mendirikan satu negara, masjarakat adil dan makmur di dalamnja.

Masjarakat adil dan makmur jang diselenggarakan dengan bantuan atomic energy. Tetapi bukan untuk kepentingan di dalam negeri sadja saudara-saudara. Untuk kepentingan luar negeri kita pun perlu “catch up” dengan atomic revolution, bahkan dengan outer space revolution.” Sukarno bicara di peletakan batu pertama reaktor atom di Bandung pada 9 April 1961. Wacana pembangunan PLTN terlintas di media massa belakangan ini. Mungkin masalah yang timbul saat ini adalah biaya dan keselamatan. Upaya kepemilikan teknologi nuklir di Indonesia telah dimulai sejak 1954. Like this: Like Loading... Comments comments. Menperin Saleh Husin Wacanakan Pembangkit Listrik Pakai Thorium. Double the Burn Rate, Scotty! Guest Post by Willis Eschenbach Lots of folks claim that the worst possible thing we could do is to allow the third world to actually develop to the level of the industrialized nations.

The conventional wisdom holds that there’s not enough fossil fuels in the world to do that, that fuel use would be ten times what it is today, that it’s not technically feasible to increase production that much, and that if we did that, the world would run out of oil in the very near future. I woke up this morning and for some reason I started wondering if that is all true. So as is my habit, I ran the numbers. Figure 1. So … how much additional energy would it take to bring all countries up to a minimum standard? So I’m not proposing that the folks using more energy than Spain/Italy reduce their energy consumption. So, remembering that the figures in the graph are per capita, what say ye all? Then, I checked my numbers by adding up the population and the energy use. And at the end? W. Like this: Thorium Power Canada is in advanced talks with Chile and Indonesia for 10 MW and 25 MW solid thorium fueled reactors.

The TPC (Thorium Power Canada) Thorium Reactor is a one-of-a-kind technology whose modular design can achieve any output desired at significantly reduced capital and carrying costs. The cost to build a reactor is estimated at $2.0 million per MW and can be built in 18-24 months versus conventional reactors at 5-7 years. Through a partnership with DBI, the company’s thorium reactor design provides a nuclear alternative to fossil fuel consumption, taking advantage of abundant and widely available thorium deposits.

The TPC Thorium Reactor has been in research and development since 1970. There is 2010 patent Thorium-based nuclear reactor and method US 20100067644 A1 by Hector A. D'Auvergne who is the main person behind this reactor design. Nextbigfuture has summarized the patent. Chilean 10 MW Thorium Desalination Plant They are planning a 10 MW thorium reactor located in Copiapó, Chile consists of a core and reactor manufactured by DBI Operating Company in California. Thorium Power Canada is in advanced talks with Chile and Indonesia for 10 MW and 25 MW solid thorium fueled reactors. Presentasi dirjen BIM PLTT.

Bapeten: Kaltim Perlu Pertimbangkan Bangun PLTN - ANTARA News Kalimantan Timur. Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Kepala Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Aries Setyanto mengatakan, Kalimantan Timur perlu mempertimbangkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir guna memenuhi kebutuhan listrik di wilayah itu. "Selain untuk kebutuhan listrik yang sangat besar oleh industri dan masyarakat umum, Kaltim juga dianggap cukup mampu membangun PLTN yang mahal. Pembangunannya memang mahal, sekitar Rp20 triliun per satu unit pembangkit," kata Aries Setyanto di Balikpapan, Jumat. Selain itu, katanya, masih ada kewajiban menyisihkan Rp4 triliun per 1.000 MW PLTN untuk biaya antisipasi dampak yang mungkin muncul.

Bila dibangun 2 X 1.000 MW, dengan sendirinya harus disisihkan Rp8 triliun. Waktu pembangunan sebuah pembangkit tenaga nuklir lebih kurang lima tahun untuk PLTN berdaya 1.000 MW. "Yang utama itu, kondisi geologis dan geografis Kaltim yang relatif sangat stabil, sehingga kecil kemungkinan gempa dan gelombang tsunami," sambung Aries. Kaltim "Nekat" Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Katim) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada tahun 2016.

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan listrik di beberapa daerah yang tak terjangkau PLN. Rencananya, PLTN tersebut akan dibangun di Talisayan, Kabupaten Berau. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Pemprov Kaltim dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) beberapa waktu lalu. Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim telah menganggarkan dana di APBD tahun 2016 khusus untuk studi kelayakan pembangunan PLTN tersebut. “Langkah awal adalah membuat studi kelayakan. Menurut dia, studi kelayakan itu nantinya difungsikan untuk menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTN. Dengan demikian, Pemprov Kaltim segera tahu berapa besaran anggaran yang dibutuhkan. "Kaltim dan Fukushima Jepang itu berbeda, Kaltim ini layak. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Pelangi Indonesia. 19 April 2011 - 08:49:47 WIBTak perlu PLTN jika pasok energi nasional terpenuhiPosted by : Administrator Category: Other News - View : 818 Oleh Nurbaiti Published On: 19 April 2011 DEPOK: Indonesia akan terhindar dari kebutuhan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) hingga 2030 bila pemerintah lebih mementingkan pemenuhan pasokan energi nasional ketimbang ekspor.

Anggota Dewan Energi Nasional Herman Darnel Ibrahim mengatakan pembangunan PLTN seharusnya menjadi opsi terakhir setelah pemerintah mengembangkan sumber energi selain nuklir serta menghentikan ekspor batu bara dan gas. “Alangkah ironisnya kalau kita membangun PLTN dengan segala risikonya, tetapi kita masih mengekspor batu bara dan gas dengan biaya murah. Kebutuhan PLTN dapat dihindari dengan menghentikan dan jika perlu impor batu bara dan gas,” tutur dia dalam diskusi Perlukah PLTN Dibangun Di Indonesia Untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Nasional di Gedung Balai Sidang Universitas Indonesia, hari ini. Sumber:Bisnis.com. Indonesia Siap Gunakan PLTN Tahun 2100? at Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM.

Tahun 2100 mendatang Indonesia diperkirakan telah siap untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Di tahun tersebut dari sisi infrastruktur, kesiapan masyarakat, dan seluruh sumber daya energi yang dimiliki telah didayagunakan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Persatuan Nasional, Dr. Alexander Sonny Keraf, dalam Seminar Pro dan Kontra Nuklir sebagai Energi Alternatif di Fakultas Filsafat UGM, Jumat (8/4). Selain Sonny, hadir pula sebagai pembicara dalam acara tersebut Anggota Dewan Energi Nasional, Dr.Ir. Indonesia Siap Gunakan PLTN Tahun 2100? Sonny Keraf menambahkan sebagai bahan pertimbangan apakah Indonesia sudah siap memanfaatkan PLTN bisa dilihat dari beberapa aspek, seperti momentum, teknis maupun faktor ekonomi, sosial, lingkungan hingga keamanan.

Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan mengenai budaya keselamatan dan kedisiplinan (savety culture) masyarakat Indonesia yang masih rendah. Sumber: Humas UGM. Meninjau Ulang Pemanfaatan Thorium | Varia.id. Mineral thorium uranium thorogummite, yang mengandung uranium dan thorium sekaligus. Komposisi kimia pada mineral ini (Th, U)[SiO4, (OH)4]. (Foto: Bionerd/ Flickr/ CC BY-SA) VARIA.id, Jakarta – Pengembangan energi berbahan thorium di Indonesia dinilai terlalu menggelikan. Sebab, negeri ini memiliki sumber energi berlimpah seperti angin, panas bumi, dan tenaga surya. Juru kampanye iklim dan energe Greenpeace Asia Tenggara, Arif Fiyanto, mengatakan, saat ini belum ada negara yang berhasil memanfaatkan thorium. “Itu baru sekadar riset dan belum berhasil. Menurut dia, proses pembakaran thorium dengan uranium sama saja. Arif mencontohkan, pembangunan PLTN di negara Finlandia hingga kini juga belum selesai karena biaya yang tinggi.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal menjadikan thorium sebagai energi alernatif. Ramah lingkungan? Sebab, ada fakta di balik industri uranium yang belum banyak diketahui orang. “Harus ada audit energi, teknologi hemat energi.